Tujuan Pengasapan Bahan Mentah Nabati Adalah Supaya

Tujuan Pengasapan Bahan Mentah Nabati Adalah Supaya

Pengawetan dengan penguapan sebagian air dalam bahan pangan dengan energi panas dinamakan pengeringan.
Pengeringan dapat dilakukan dengan dengan menggunakan suatu alat pengering (articial drier), atau dengan penjemuran (sun drying), yaitu pengeringan dengan menggunakan energi langsung dari sinar matahari.

Pembahasan

Pengawetan makanan dilakukan dengan tujuan menjaga kualitas bahan makanan agar dapat disimpan dalam waktu yang lama. Pengawetan dapat dilakukan dengan cara menonaktifkan, menghambat dan mencegah faktor-faktor penyebab kerusakan pangan.
Untuk mengawetkan makanan perlu memperhatikan sifat-sifat dari bahan makanan itu sendiri agar dihasilkan pengawetan yang sempurna.

Beberapa metode pengawetan makanan

Pengawetan dengan Suhu Rendah

Dilakukan dengan menyimpan bahan makanan di dalam lemari pendingin yaitu kulkas atau freezer (pembeku).  Lemari pendingin memiliki suhu yang rendah, yaitu berkisar antara -ii°C sampai 8°C. Cara pengawetan pangan dengan suhu rendah ada 2 macam yaitu pendinginan (cooling) dan pembekuan (freezing). Pendinginan dalam lemari es pada umumnya mencapai suhu v sampai 8 C atau -2 sampai 8 C. Pembekuan adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan beku.  Pembekuan yang baik biasanya dilakukan pada suhu -12 sampai -24 C. Pembekuan cepat (quick freezing) dilakukan pada suhu -24 sampai -40 C.

Pengawetan dengan Suhu Tinggi

Pengawetan dengan suhu panas merupakan salah satu cara mengawetkan makanan dengan pemanasan. Dua faktor yang harus diperhatikan dalam pengawetan dengan panas, yaitu Jumlah panas yang diberikan harus cukup untuk mematikan mikroba pembusuk dan mikroba pathogen, dan Jumlah panas yang digunakan tidak boleh menyebabkan penurunan gizi dan cita rasa makanan. Berdasarkan penggunaan suhu, waktu dan tujuan pemanasan, proses pemanasan dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu proses pasteurisasi dan sterilisasi.

  • Sterilisasi, merupakan membebaskan bahan dari semua mikroba.  Karena beberapa spora bakteri relatif lebih tahan terhadap panas.  Maka sterilisasi biasanya dilakukan pada suhu yang tinggi misalnya 121 C (250 F) selama 15 menit.
  • Pasteurisasi, merupakan suatu proses pemanasan yang relatif cukup rendah (umumya dilakukan di bawah 100 C) dengan tujuan untuk mengurangi populasi mikroorganisme pembusuk sehingga bahan pangan yang dipasteurisasi tersebut akan mempunyai daya awet beberapa hari (misalnya produk susu pasteurisasi) sampai beberapa bulan (misalnya produk sari buah pateurisasi).
  • Blanching, merupakan pemanasan pendahuluan yang biasanya dilakukan terhadap buah-buahan dan sayur-sayuran untuk menginaktifkan enzim-enzim di dalam bahan pangan tersebut, di antaranya adalah enzim katalase dan peroksidase yang merupakan enzim-enzim yang paling tahan panas di dalam sayur-sayuran. Blanching selalu dilakukan jika bahan pangan akan dibekukan karena pembekuan tidak dapat menghambat keaktifan enzim dengan sempurna.
Baca :   Cara Membuat Miniatur Jembatan Dari Kardus

Pengawetan dengan Pengeringan

Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan menggunakan energi panas.  Biasanya kandungan air bahan tersebut dikurangi sampai suatu batas agar mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya.  Keuntungan produk hasil pengeringan adalah awet, lebih ringan, volume lebih kecil sehingga memudahkan penyimpanan dan  transportasi, serta menimbulkan citarasa khas. Selain itu, banyak bahan yang hanya dapat digunakan apabila telah dikeringkan, misalnya tembakau, kopi, teh, biji-bijian, dan lain- lainnya.

Pengawetan dengan Bahan Kimia

Pengawetan bahan pangan dapat juga dilakukan dengan melakukan penambahan bahan kimia tertentu, yang telah diketahui memiliki efek mengawetkan. Penggunaan bahan kimia untuk pengawet harus digunakan dalam takaran yang tepat dan sesuai dengan ketentuan agar aman bagi manusia.

Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang cara pengawetan makanan https://brainly.co.id/tugas/4018721

—————————–

Detil jawaban

Kelas: VI SD

Mapel: Sains

Bab: Perubahan pada Benda

Kode: 6.4.6

Kata Kunci:
pengawetan makanan, macam cara pengawetan makanan

Dhafi Quiz

Find Answers To Your Multiple Choice Questions (MCQ) Easily at cp.dhafi.link. with Accurate Respond. >>

Pengawetan dengan menguapkan sebagian air dalam bahan pangan dengan energi panas

Ini adalah Daftar Pilihan Jawaban yang Tersedia :

  1. pelayuan
  2. pengeringan
  3. pengasapan
  4. pengasinan
  5. pemanasan

Klik Untuk Melihat Jawaban

Kuis Dhafi Merupakan situs pendidikan pembelajaran online untuk memberikan bantuan dan wawasan kepada siswa yang sedang dalam tahap pembelajaran. mereka akan dapat dengan mudah menemukan jawaban atas pertanyaan di sekolah. Kami berusaha untuk menerbitkan kuis Ensiklopedia yang bermanfaat bagi siswa. Semua fasilitas di sini 100% Gratis untuk kamu. Semoga Situs Kami Bisa Bermanfaat Bagi kamu. Terima kasih telah berkunjung.

Pengawetan cara phisis adalah salah satu metode pengawetan makanan tanpa menggunakan bahan kimia. Diantaranya adalah pengeringan, pengawetan dengan sushu tinggi dan pengawetan dengan suhu rendah.

Baca :   Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Wikipedia

Adalah suatu metoda untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan menggunakan energi panas.

Macam-macam Pengeringan :

  1. Pengeringan dengan sinar matahari
  2. Pengeringan dengan alat pengering buatan (Artificial Dryer)

Terbagi dalam 3 golongan :

  1. Alat pengering langsung (direct dryer).

Pemindahan panas langsung dari udara panas kepada zat yang akan dikeringkan. Uap    yang terjadi langsung bercampur dengan medium pengering.

  1. Alat pengering tak langsung (indirect dryer)

Panas berhubungan dengan zat melalui medium padat. Uap yang terjadi dikeluarkan      secara terpisah dari medium pengering.

  1. Alat pengering infra merah (infra red dryer)

Daya pengeringan tergantung dari absorpsi atau trasmisi infra merah.

  1. Pengawetan Makanan Dengan Suhu Tinggi

Berarti membebaskan bahan dari semua mikroba, biasanya pada 121 oC selama 15 menit Jumlah panas harus dihitung à tidak merusak mutu makanan.

Adalah perlakuan panas pada suhu yang lebih rendah, dibawah titik didih air.

Pasteurisasi dilakukan dalam hal :

  1. Jika makanan akan rusak pada temperatur tinggi dan waktu lama, misal susu.
  2. Untuk mematikan mikroorganisme yang menyebabkan perubahan dari makanan, misalnya ragi dalam sari buah-buahan.
  3. Mematikan mikroorganisme yang mengganggu untuk disusul dengan pemberian mikroorganisme. lain yang dikehendaki, misal yoghurt.

Pasteurisasi harus diikuti cara pengawetan lain seperti

pendinginan, penambahan gula konsentrasi tinggi atau bahan   kimia.

Adalah pemanasan pendahuluan yang biasanya dilakukan terhadap buah-buahan dan sayur-sayuran untuk menginaktifkan enzim-enzim di dalam bahan pangan tersebut.

Biasanya dilakukan pada suhu 82 – 93 oC selama 3-five menit.

  1. Pengawetan Makanan Dengan Suhu Rendah

Ada 2 macam, yaitu Pendinginan (cooling): -2 sampai 10 oC dan Pembekuan (freezing) : -12 sampai – 24 oC

Pada prinsipnya pengawetan cara phisis hanya menggunakan perlakuan, yaitu dengan cara menghilangkan sebagian air, pemanasan untuk mematikan mikroorganisme, dan pendinginan atau pembekuan untuk mencegah perkembangbiakan mikroorganisme.

Baca :   Kitab Mabadi Fiqih Juz 2 Pegon Pdf

Elis Rumini 2021

The preview shows page 1 – three out of seven pages.

1.
Pengawetan dengan menguapan sebagian air dalam bahan pangan dengan energi panas
dinamakan . . .
a.
Pelayuan
b.
Pengeringan
c.
Pengasapan
d.
Pengasinan
east.
Pemanasan
two.
Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari dinamakan . . .
a.
Instance hardening
b.
artificial dryer
c.
sun drying
d.
tunnel dryer
eastward.
micer meat
3.
penjemuran dilakukan selama . . .
a.
satu hari
b.
satu minggu
c.
satu tahun
d.
tidak tentu
eastward.
tergantung cahaya matahari
4.
jenis plastik yang dapat digunakan untuk kemasan bahan mentah nabati adalah . . .
a.
plastik minuman
b.
plastik polippropilen atau PP
c.
plastik makanan
d.
plastik karung
e.
plastik mainan
5.
desain kemasan produk bahan nabati meliputi sebagai,

kecuali

. . .
a.
gambar
b.
pewarnaan
c.
tulisan
d.
cuaca
e.
kode produksi
6.
pengawetan dalam keadaan . . . lebih tahan lama daripada olahan
a.
matang
b.
mentah
c.
setengah matang
d.
sangat matang
e.
lembab

7.
Alasan penggunaan bahan plastik sebagai pengemasan bahan nabati adalah sebagai
berikut,
kecuali

. . .
a.
Mudah didapat
b.
Sulit didapat
c.
Memungkinkan barang terlihat secara trasparan
d.
Murah dan kuat
e.
Terhindar dari udara
8.
Berikut ini adalah tujuan pengemasan bahan nabati, kecuali . . .
a.
Menarik minat orang yang terlihat
b.
Melindungi barang
c.
Sebagai daya tarik
d.
Dijadikan benih
eastward.
Nilai estetika
9.
Tujuan pengasapan bahan mentah nabati adalah . . .
a.
Supaya nabati benar-benar basah
b.
Supaya nabati terkena sinar matahari
c.
Supaya nabati menarik konsumen
d.
Supaya nabati benar-benar kering dan tidak lembap
east.
Supaya nabati laku dijual

Upload your study docs or get a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Stop of preview. Want to read all 7 pages?

Upload your study docs or get a

Course Hero fellow member to access this document

Tujuan Pengasapan Bahan Mentah Nabati Adalah Supaya

Source: https://toptenid.com/pengawetan-dengan-menguapkan-sebagian-air-dalam-bahan-pangan-dengan-energi-panas

Check Also

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI TEKS PROSEDUR MATA …