Sebutkan Pembagian Petani Menurut Jenis Usahanya

Sebutkan Pembagian Petani Menurut Jenis Usahanya

Sumber Gambar : www.google.com

Sesuai dengan bunyi Pasal 69 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban mendorong dan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani. Dalam Pasal 1 dinyatakan pengertian kelembagaan ekonomi petani (KEP) sebagai lembaga yang melaksanakan kegiatan usaha tani yang dibentuk oleh, dari dan untuk petani, guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

Bentuk-bentuk KEP

Kelompoktani (poktan) merupakan kelembagaan tani yang berfungsi sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Dalam perkembangannya, beberapa poktan membentuk gabungan kelompoktani (gapoktan) dalam rangka merespon peluang pasar dan meningkatkan skala usahatani. Gapoktan dapat membentuk unit-unit usaha otonom, antara lain unit penyedia sarana dan prasarana produksi, unit produksi, unit of measurement pengolahan dan pemasaran, dan unit simpan pinjam mengembangkan layanan bagi petani dan poktan-poktan anggotanya. Selanjutnya, unit of measurement-unit of measurement tersebut dapat berkembang menjadi KEP, misalnya unit of measurement produksi berkembang menjadi Kelompok Usaha Bersama atau unit simpan pinjam menjadi Lembaga Keuangan Mikro.
ane. Kelompok Usaha Bersama
Kelompok Usaha Bersama merupakan kelompok yang beranggotakan petani dan dibentuk oleh petani yang telah dibina melalui proses kegiatan penyuluhan atau pembelajaran untuk melaksanakan kegiatan dan usaha ekonomi dalam semangat kebersamaan, sebagai sarana untuk untuk meningkatkan taraf kesejahteraan.
2. Lembaga Keuangan Mikro
Lembaga Keuangan Mikro merupakan salah satu unit usaha otonom yang didirikan dan dimiliki oleh Gapoktan penerima dana BLM-PUAP guna memecahkan masalah/kendala akses untuk mendapatkan pelayanan keuangan.
Selanjutnya dalam Pasal 70 Ayat 2 disebutkan bahwa KEP tersebut berupa badan usaha milik petani (Crash-land), berbentuk koperasi atau badan usaha lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 80 Ayat ii). Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan usaha milik petani berfungsi untuk meningkatkan skala ekonomi, daya saing, wadah investasi, dan mengembangkan jiwa kewirausahaan petani. Kepemilikan modal atau saham Bump mayoritas berasal dari petani sendiri. Badan usaha milik petani dapat berupa badan usaha baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.
Badan usaha yang berbadan hukum dicirikan sebagai berikut: 1) yang menjadi subyek badan hukum adalah badan usaha itu sendiri disamping manusia, karena dia telah menjadi badan hukum; two) harta kekayaan perusahaan terpisah dari harta kekayaan pribadi pengurus atau anggotanya. Sebagai akibatnya, apabila perusahaan pailit, yang disita hanyalah harta perusahaan saja (harta pribadi pengurus bebas dari sitaan). Badan usaha yang tidak berbadan hukum dicirikan sebagai berikut: 1) yang menjadi subyek badan hukum adalah orang-orang yang menjadi pengurus; dengan demikian karena badan usaha tidak berbadan hukum, maka dia tidak dapat menjadi subyek hukum; 2) harta perusahaan bersatu dengan harta pribadi para pengurus/anggotanya. Sebagai akibatnya, apabila perusahaan pailit, harta pengurus/anggotanya ikut tersita juga.
Bentuk-bentuk Crash-land yang Berbadan Hukum
1. Koperasi

Baca :   Pada Kongres 1 Di Solo Trikoro Dharmo Diubah Menjadi

Menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi, koperasi didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan-badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan. Koperasi merupakan badan usaha berbadan hukum yang pengesahan pendiriannya dilakukan oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM atau pejabat dinas/instansi/badan yang membidangi koperasi setempat sesuai domisili anggota (Pasal 5 Ayat iii).
ii. Perseroaan Terbatas
Berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroaan Terbatas, dinyatakan bahwa perseroaan terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 serta peraturan pelaksanaannya. Perseroaan Terbatas merupakan badan usaha berbadan hukum yang pengesahan pendiriannya dilakukan oleh Menteri Negara Hukum dan HAM.
Bentuk-bentuk Crash-land yang Tidak Berbadan Hukum.

i. Firma (Fa)
Firma adalah badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih dan tiap-tiap anggotanya bertanggung jawab penuh atas perusahaan. Modal firma berasal dari anggota pendiri serta laba/keuntungan dibagikan kepada naggota dengan perbandingan sesuai dengan akta pendirian. Ciri-ciri firma: ane) para sekutu aktif dalam mengelola perusahaan; 2) tanggung jawab yang tidak terbatas atas segala resiko yang terjadi; iii) akan berakhir jika salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal dunia.
2. Persekutuan komanditer ( Commanditaire Vennootschap atau CV)
Persekutuan komanditer atau CV adalah persekutuan yang didirikan oleh dua orang atau lebih. Persekutuan komanditer mengenal dua istilah, yaitu: i) sekutu aktif, yaitu anggota yang memimpin/menjalankan perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas utang-utang perusahaan; two) sekutu pasif/sekutu komanditer, yaitu anggota yang hanya menanamkan modalnya kepada sekutu aktif dan tidak ikut campur dalam urusan operasional perusahaan. Sekutu pasif bertanggung jawab bertanggung jawab atas resiko yang terjadi sampai batasmodal yang ditanam. Keuntungan yang diperoleh dari perusahaan dibagikan sesuai dengan kesepakatan.
3. Usaha Dagang (UD)
Usaha Dagang (UD) adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang dengan tujuan untuk dijual kembali. Modal perusahaan berasal dari satu orang pemilik. Usaha Dagang dikatagorikan sebagai perusahaan pribadi/perseorangan, sehingga tanggung jawab pemilik juga meliputi keseluruhan harta yang dimiliki oleh pemilik.
Dibandingkan dengan Koperasi Tani (Koptan) yang modal usahanya berasal dari anggota, modal usaha Firma dan CV berasal dari dua orang atau lebih, sedangkan modal UD dari satu orang pemilik. Dengan demikian Firma, CV atau UD lebih bersifat sebagai perusahaan pribadi/perseorangan, walaupun usahanya dapat juga berakar pada petani di sekitarnya dan di luar wilayah.

Baca :   Pernyataan Yang Paling Benar Berkaitan Dengan Sistem Pernapasan Adalah

Perlu diperhatikan bahwa apapun bentuk badan usaha yang dipilih, kepemilikan modal atau saham mayoritas BUMP harus berasal dari petani sendiri, sehingga keberadaannya melibatkan dan berdampak terhadap kemajuan sosial ekonomi masyarakat tani para petani (di sekitarnya dan di luar wilayah). Selain itu, seperti halnya KEP, apa pun bentuk-bentuknya, BUMP merupakan lembaga yang melaksanakan kegiatan usaha tani yang dibentuk oleh, dari dan untuk petani, guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. Penulis; Diana Prasastyawati/Penyuluh Pertanian Pusat.

Sumber informasi:
1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani;
2. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroaan Terbatas;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi.

Sebutkan Pembagian Petani Menurut Jenis Usahanya

Source: http://www.cybex.pertanian.go.id/artikel/53465/bentuk-bentuk-kelembagaan-ekonomi-petani-atau–badan-usaha-milik-petani-/

Check Also

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI TEKS PROSEDUR MATA …