Sebutkan Isi Boikot Kafir Quraisy Kepada Umat Islam

Sebutkan Isi Boikot Kafir Quraisy Kepada Umat Islam

Sebutkan isi boikot kafir Quraisy kepada umat Islam ! Begini kunci jawabannya yang berupa half dozen isi pemboikotan kepada Islam.

Dalam melakukan dakwanya, rasulullah ditentang dan dihambat oleh kaum kafir Quraisy. Antara lain dengan membujuk Abu Thalib untuk menasehati nabi Muhammad, namun gagal.

Kemudian menyurun orang yahudi untuk mengolok-olok nabi, namun orang yahudi itu malah masuk islam, alias gagal.

Setelah itu, mereka memberikan tawaran berupa kekayaan, pangkat sebagai raja, dan wanita cantik, namun ditolak. Alias gagal lagi.

Nah, kemudian baru karena berbagai upaya gagal, mereka melakukan pemboikotan selama tiga tahun dimulai pada tahun ketujuh kenabian yang isinya berupa vi poin pernyataan. Undang-undang pemboikotan itu digantung di dinding Ka’bah.

Sebutkan isi boikot kafir Quraisy kepada umat Islam !

Jawab:

Berikut isi boikot / pemboikotan dari kaum kafir Quraisy kepada umat Islam:

  1. Kaum Quraisy tidak akan menikahi orang Islam.
  2. Kaum Quraisy tidak menerima permintaan nikah dari orang Islam.
  3. Kaum Quraisy tidak akan melakukan jual-beli dengan orang Islam.
  4. Kaum Quraisy tidak akan berbicara ataupun menengok orang Islam yang sakit.
  5. Kaum Quraisy tidak akan mengantar mayat orang Islam ke kubur.
  6. Kaum Quraisy tidak akan menerima permintaan damai dengan orang Islam dan menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.

Begitulah jawabannya teman-teman.
Ada 6 poin yang berisi pemboikotan terhadap Islam. Yang pernyataan tersebut digantung di Ka’bah.

Karena pemboikotan ini, umat Islam terkurung di celah-celah kota Mekah bernama Syiib. Berikut ini kalau melihat keterangan dalam buku paket kelas 7 pada halaman 68:

Kunci Jawaban

Sebutkan isi boikot kafir Quraisy kepada umat Islam

Begini jawaban yang benar mengenai 6 isi pemboikotan tersebut: 🕌✅💯

Catatan:
sebenarnya jawaban guru di atas sama yang ada di buku paket halaman 68. Kan ada 6, tulis semua agar poinnya maksimal.

Beasrnya skor penilaian bisa saja berbeda tergantung kebijakan guru kalian.

Jawaban diverifikasi BENAR
💯

Pemboikotan berlangsung selama tiga tahun.

Pixabay

Pemboikotan Orang Quraisy pada Bani Hasyim dan Bani Muthalib

Red: Ani Nursalikah

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh: Yunahar Ilyas

Baca Juga

Setelah kembali ke Makkah, orang-orang Quraisy langsung menanyakan tiga hal tersebut kepada Nabi. Yaitu tentang sekelompok pemuda yang meninggalkan kaumnya pada masa dahulu dan apa yang terjadi pada mereka.

Baca :   Bagian Pendahuluan Dalam Teks Prosedur Berisi

Tentang seorang pengembara yang perjalanannya mencapai ujung timur dan barat bumi. Dan yang terakhir tentang apa itu roh?

Yakin wahyu akan turun, Nabi menjanjikan akan menjawab tiga pertanyaan mereka itu esok harinya. Ternyata, besok wahyu tidak turun, bahkan sampai xv hari tidak ada wahyu yang turun dan Jibril pun tidak datang. Orang-orang Makkah mulai membicarakan janji Muhammad yang tidak tepat itu.

Nabi sedih dan gelisah. Setelah xv hari barulah Jibril datang membawa Surat al-Kahfi menceritakan tentang Ashhabul kahfi, Zul Qarnain dan tentang ruh (Tafsir Ibn Katsir 5:149). Tapi dalam Surat tersebut juga ada ayat yang menegur Nabi karena menjanjikan sesuatu tanpa mengaitkannya dengan kehendak Allah.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَاْيۡءٍ إِنِّي فَاعِلٞ ذَٰلِكَ غَدًا إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ وَٱذۡكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَهۡدِيَنِ رَبِّي لِأَقۡرَبَ مِنۡ هَٰذَا رَشَدٗا

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”. (Q.S. Al-Kahfi 18: 23-24)

Ayat ini memberikan pelajaran kepada kita kaum Muslimin, apabila berjanji untuk melakukan sesuatu hendaklah mengucapkan insya Allah. Segala sesuatu yang sekalipun sudah direncanakan dengan sangat rapi tidak akan telaksana tanpa adanya izin dari Allah SWT.

Setelah segala macam usaha menghentikan dakwah Muhammad gagal, maka pemuka kaum Quraisy berkumpul di perkampungan Bani Kinanah di lembah Mukhashab merundingkan langkah apa lagi yang akan dilakukan untuk menghentikan Muhammad. Sekarang mereka tidak hanya berhadapan dengan Muhammad dan orang-orang yang sudah beriman dengannya, tapi juga berhadapan dengan seluruh anggota Bani Hasyim dan Bani Muthalib yang sudah bersepakat melindungi Muhammad, anggota suku mereka sekalipun mereka tidak percaya dengan ajaran yang dibawa Muhammad.

Pertemuan di Lembah Mukhashab ini menyepakati melakukan pemboikotan full terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib sampai mereka bersedia menyerahkan Muhammad untuk dibunuh. Mereka bersumpah tidak melakukan hubungan pernikahan, jual beli, berteman, berkumpul, memasuki rumah, dan berbicara dengan mereka.

Mereka menuliskan pemboikotan itu dalam sebuah papan Piagam kemudian menggantungnya di dalam Ka’bah. Dalam keyakinan kaum Quraisy tentu Bani Hasyim dan Bani Muthalib yang tidak beriman dengan Muhammad akan goyah karena mereka tentu tidak akan mau menanggung penderitaan akibat pemboikotan ini.

Baca :   Dalam Permainan Kasti Posisi Tangan Saat Menangkap Bola Mendatar Adalah

Dengan demikian Bani Hashyim dan Bani Muthalib akan terbelah sehingga akhirnya kekuatan mereka melemah. Tapi rupanya keyakinan mereka itu meleset, Bani Hasyim dan Bani Muthalib tetap bersatu membela Muhammad sekalipun harus menderita. Yang tidak setuju hanya satu orang, yaitu Abu Lahab yang memang sejak awal memusuhi dan menentang dakwah Nabi.

Pemboikotan berlangsung selama tiga tahun terhitung sejak Muharam tahun ketujuh kenabian. Selama itu pula Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, paman beliau Abu Thalib dan seluruh anggota Bani Hasyim dan Bani Muthalib–sekalipun belum beriman, tapi karena kekuatan solidaritas kesukuan–ikut menderita.

Mereka kekurangan makanan karena bahan makanan yang dibawa pedagang masuk kota Makkah langsung diborong oleh kaum Quraisy yang memusuhi Nabi. Jika pun ada yang tersiksa, harganya sudah melambung tinggi sehingga mereka tidak sanggup membeli. Sering mereka merasakan kelaparan, terpaksa makan dedaunan dan kulit binatang.

Kadang-kadang ada pihak yang merasa kasihan, lalu secara sembunyi-sembunyi mengantarkan makanan kepada Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Tapi kalau kepergok kaum Quraisy makanan itu akan mereka rampas.

Pernah Hakim ibn Hizam membawakan gandum untuk bibinya Khadijah RA, dia dipergoki oleh Abu Jahal. Abu Jahal berusaha mencegahnya, tetapi Hakim melawan sehingga terjadilah perdebatan sengit. Untunglah muncul Abul Bakhtari menengahi sehingga Hakim bisa mengantarkan gandum itu untuk bibinya.

Walaupun dalam keadaan menderita karena pemboikotan, tapi pada musim haji Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin tetap keluar untuk bertemu banyak orang dan mengajak mereka masuk Islam. Pemboikotan itu berhenti karena Quraisy terbelah.

Sebagian ingin pemboikotan terus berlangsung, tapi yang lain ingin menghentikannya. Yang ingin menghentikan antara lain Hisyam ibn Amr dari Bani Amir.

Selama ini, Hisyam diam-diam sering menemui Bani Hasyim dan mengantarkan makanan untuk mereka. Hisyam berinisiatif menghubungi Zuhair ibn Abu Umayyah al-Makhzumi, Muth’im ibn ‘Adi, Abul Bakhtari ibn Hisyam, dan Zam’ah ibn al-Aswad.

Satu persatu berhasil diajaknya bergabung untuk menghentikan pemboikotan. Kelima orang itu berkumpul di Hajun untuk merencanakan pembatalan pemboikotan. Mereka sepakat Zuhair yang akan bicara pertama kali

Baca :   Festival Budaya Nusantara Menunjukkan Adanya Titik Titik Budaya Bangsa Indonesia

Pagi harinya mereka pergi ke tempat orang-orang Quraisy berkumpul di dekat Ka’bah. Zuhair datang lebih dahulu.

Setelah thawaf, Zuhair mendatangi sekumpulan orang dan berkata: “Wahai penduduk Makkah, bisakah kita merasa enak makan dan berpakaian, sementara Bani Hasyim binasa dan tidak bisa berniaga? Demi Allah aku tidak akan duduk diam sampai piagam perjanjian yang kejam dan zalim itu dihancurkan”

Abu Jahal yang berada di salah satu sudut masjid berkata lantang, “Pembohong! Demi Allah, piagam itu tidak boleh dihancurkan!”

“Engkau lebih pembohong!” Zam’ah menyergah. ”Sebenanya sejak dahulu pun kami tidak pernah mendukung perjanjian seperti yang kau inginkan itu!”

Abul Bakhtari angkat bicara: ”Zam’ah benar! Kami tidak mendukung apa yang tertulis di situ, dan kami tidak ikut menetapkanya.”

Muth’im menukas, “Kalian berdua benar! Orang yang tidak berpendapat demikianlah yang berdusta. Kami tidak terlibat dengan piagam itu berikut isinya.

Hisyam ibn Amr ikut-ikut pula mengatakan hal senada. Mendengar semua itu, Abu Jahal menuduh, “Perkara ini pasti telah direncanakan tadi malam dan kalian bahas di suatu tempat.”

Kala itu, Abu Thalib duduk di pojok masjid. Dia sengaja datang untuk membuktikan, sebab Allah telah mengisyaratkan kepada Rasulullah perihal piagam perjanjian itu. Allah mengirimkan rayap untuk memakan habis papan piagam berisi kesepakatan yang keji dan zalim itu. Rayap hanya menyisakan nama Allah yang tertulis di sana.

Rasulullah menceritakan hal itu kepada pamannya Abu Thalib. Sang paman lalu menyampaikan kepada orang-orang Quraisy bahwa kemenakannya mengabarkan ihwal rayap-rayap yang menggerogoti papan piagam perjanjian itu.

“Jika kemenakanku itu berdusta,“ kata Abu Thalib, “Kalian boleh menyingkirkannya. Tetapi jika dia benar, kalian harus mengakhiri boikot dan tidak lagi menzalimi kami”. Orang-orang setuju, “Itu keputusan yang adil”.

Percakapan itu didengar oleh seluruh hadirin, termasuk Abu Jahal. Selanjutnya, Muth’im bin Adi bangkit menuju tempat dimana papan itu digantungkan.

Ternyata benar, rayap telah memakan habis papan pemboikotan tersebut, yang tersisa hanya tulisan bismika allahumma. Pemboikotan pun berakhir. (ar-Rahiq al-Makhtum, hal. 141-144).

Sumber: Majalah SM Edisi 04 Tahun 2019

Nabi Muhammad SAW (17), Pemboikotan Orang-Orang Quraisy

sumber : Suara Muhammadiyah

Sebutkan Isi Boikot Kafir Quraisy Kepada Umat Islam

Source: https://apayangkamu.com/bentuk-bentuk-pemboikotan-kaum-quraisy-terhadap-kaum-muslim-adalah-sebagai-berikut-kecuali

Check Also

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI TEKS PROSEDUR MATA …