Respon Pbb Terhadap Kemerdekaan Indonesia Di Antaranya Adalah

Respon Pbb Terhadap Kemerdekaan Indonesia Di Antaranya Adalah

Respon PBB terhadap kemerdekaan Indonesia diantaranya adalah… .

A. mengeluarkan resolusi penghentian konflik

B. berperang memberikan jaminan kemerdekaan

C. mengadili penjahat perang Belanda

D. mendukung logistic pasukan Belanda

Eastward. mendukung logistic pasukan Indonesia

Pembahasan:

Dewan Keamanan PBB pada tanggal 28 Januari 1949 mengeluarkan resolusi yang isinya:

  • Penghentian semua operasi militer dengan segera oleh Belanda dan penghentian semua aktivitas gerilya oleh Republik.
  • Pembebasan dengan segera dan tanpa syarat semua tahanan politik di dalam daerah Republik Indonesia oleh Belanda semenjak tanggal 19 Desember 1949.
  • Belanda harus memberikan kesempatan kepada para pemimpin Indonesia untuk kembali ke Yogyakarta.
  • Perundingan perundingan akan dilakukan dalam waktu secepatnya.
  • KTN diganti menjadi UNCI.

PBB berhasil mempertemukan Indonesia dan Belanda dalam meja perundingan.

Kunci jawaban:

Respon PBB terhadap kemerdekaan Indonesia diantaranya adalah… .A. mengeluarkan resolusi penghentian konflik

Mari berlomba lomba dalam kebaikan. Semoga isi dari weblog ini membawa manfaat bagi para pengunjung blog. Terimakasih

Respon PBB terhadap kemerdekaan Indonesia
– Republik Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Di awal kemerdekaan, tidak semua negara mengakui kemerdekaan Republic of indonesia. Lantas bagaimanakah respon PBB dan apa saja perannya dalam pengakuan kemerdekaan Indonesia secara internasional?

Proklamasi kemerdekaan Indonesia langsung mendapat penolakan keras dari pihak Belanda yang memang pernah lama menjajah Indonesia selama berabad-abad. Meski begitu, ada juga beberapa negara yang mengakui kemerdekaan Republic of indonesia, di antaranya adalah Mesir, Republic of india, Commonwealth of australia, dan negara-negara lainnya.

Tentu jalan panjang pengakuan kemerdekaan ini dilalui melalui diplomasi dan perundingan. Tokoh-tokoh diplomat Indonesia saat itu turut berjuang untuk mendapat pengakuan dari dunia internasional. PBB selaku lembaga internasional yang turut mendorong perdamaian dunia juga turut berperan dalam pengakuan kemerdekaan Indonesia.

Baca :   Tentukan Faktor Prima Dari Bilangan 42

(baca juga
peran Indonesia dalam PBB)

Respon PBB Terhadap Kemerdekaan Indonesia

Berikut ini merupakan pembahasan respon PBB terhadap kemerdekaan Indonesia beserta penjelasan lengkapnya.

1. Menyelesaikan Konflik Indonesia dan Belanda

PBB berperan besar dalam menyelesaikan konflik antara Republic of indonesia dan Belanda usai kemerdekaan. Meski sudah memproklamasikan kemerdekaan di tahun 1945, namun Belanda masih tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia dan terus berupaya melakukan serangan militer.

PBB pun berperan untuk melakukan resolusi antara Republic of indonesia dan Belanda, dengan mengeluarkan rekomendasi untuk membentuk Komisi Tiga Negara (KTN), yang dibentuk pada tanggal eighteen Desember 1947. Pembentukan KTN juga dilatarbelakangi oleh Agresi Militer I oleh Belanda.

KTN terdiri dari 2 negara yang ditunjuk oleh negara yang bertikai, serta one negara penengah. Indonesia menunjuk Australia yang diwakili Richard Kirby, Belanda menunjuk Belgia yang diwakili Paul van Zealand, sementara penengahnya adalah Amerika Serikat yang diwakili Frank Graham. KTN pun menghasilkan kesepakatan untuk menggelar Perjanjian Renville.

Setelah itu, PBB juga berperan pada pembentukan badan perdamaian bernama United Nations Commission for Republic of indonesia (UNCI). Tugas UNCI menggantikan KTN, untuk membantu memperlancar segala bentuk perundingan antara Indonesia dengan Belanda.

2. Mengakui Kemerdekaan Indonesia Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB)

Republic of indonesia kemudian diakui kemerdekaaanya oleh PBB dan negara-negara anggotanya. Republic of indonesia juga resmi menjadi anggota PBB setelah kemerdekaan Republic of indonesia diakui oleh Belanda, melalui hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang digelar di Den Haag, Belanda pada tanggal 3 Agustus sampai 2 November 1949.

Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh PBB disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 86, yang ditetapkan pada tanggal 26 September 1950. Resolusi ini dibuat setelah PBB menyepakati bahwa Indonesia adalah negara yang mencintai perdamaian sehingga memenuhi persyaratan dalam Piagam PBB.

Baca :   Salah Satu Hal Yang Membedakan Cerpen Dan Puisi

Nah itulah penjelasan respon PBB terhadap kemerdekaan Indonesia. Pasca kemerdekaan, PBB memiliki peran besar dalam penyelesaian sengketa dengan pihak Belanda serta kemudian turut mengakui kemerdekaan Indonesia usai konflik Belanda sudah berakhir.

KOMPAS.com –
Pada tanggal 27 Desember 1949, Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Indonesia.

Hampir satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 28 September 1950, Indonesia secara resmi menjadi anggota dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh PBB kemudian disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 86.

Baca juga: Tokoh Pembentukan PBB

Pengakuan kedaulatan dari negara lain

Sejak indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia berupaya menghimpun simpati negara-negara lain untuk memberikan pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia.

Pengakuan kedaulatan dari negara-negara lain sangat diperlukan dan dianggap sangat penting bagi bangsa Republic of indonesia agar tidak diasingkan dalam hubungan internasional.

Selain itu, dengan adanya pengakuan kedaulatan maka secara otomatis bangsa Indonesia dapat menjalin kerjasama dengan bangsa lain.

Negara-negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia adalah:

  • Mesir
  • India
  • Commonwealth of australia
  • Suriah
  • Lebanon
  • Arab Saudi
  • Yaman
  • Palestina
  • Vatikan
  • Belanda

Baca juga: Peristiwa yang Mengawali Pengakuan Kedaulatan oleh Belanda

Pengakuan kedaulatan oleh PBB

Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia tanggal 27 Desember 1949, kurang dari setahun kemudian, PBB mengakui kedaulatan Republic of indonesia.

Awal mula kedaulatan Indonesia bisa diakui dan dijadikan negara anggota PBB adalah ketika pemerintah RI mengutus Wakil Tetap RI pertama di PBB, Lambertus Nicodemus Palar.

Duta Besar Palar berusaha mendapatkan pengakuan internasional kemerdekaan Indonesia pada saat konflik antara Republic of indonesia-Belanda masih terjadi tahun 1947.

Ketika itu, Duta Besar Palar memperdebatkan posisi kedaulatan Indonesia di PBB, karena masih belum juga menjadi negara anggota.

Pada akhirnya, pengakuan kedaulatan Republic of indonesia oleh PBB disahkan melalui Resolusi dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 86, yang ditetapkan pada 26 September 1950.

Baca :   Tahapan Eklifase Pada Siklus Litik Ditandai Dengan

Dewan juga merekomendasikan agar Majelis Umum mengakui Indonesia sebagai anggota PBB.

Resolusi ini dibuat usai PBB sepakat bahwa Indonesia merupakan negara yang cinta akan perdamaian sehingga memenuhi persyaratan dalam piagam PBB.

Baca juga: Pengakuan Secara De Facto Kemerdekaan Indonesia

Indonesia menjadi anggota PBB

Pada akhirnya, setelah pendiskusian lebih lanjut, dalam sidang majelis umum PBB 28 September 1950, Indonesia diterima sebagai negara anggota PBB.

Duta Besar Palar pun sangat berterima kasih kepada para pendukung Indonesia. Ia juga berjanji bahwa Indonesia akan melaksanakan kewajibannya sebagai anggota PBB.

Penetapan Republic of indonesia sebagai anggota PBB dituangkan dalam Resolusi Majelis Umum PBB Nomor A/RES/491 (V) tentang Penerimaan Republik Republic of indonesia dalam Keanggotakan di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Salah satu bentuk dukungan PBB terhadap Indonesia adalah dengan membentuk Komisi Tiga Negara yang membawa Indonesia-Belanda ke perundingan Renville.

Baca juga: Perjanjian Renville: Latar Belakang, Isi, dan Kerugian bagi Indonesia

Para Wakil Tetap RI yang mewakili Indonesia di PBB:

  1. Lambertus Nicodemus Palar, 1950-1953
  2. Sudjarwo Tjondronegoro, 1953-1957
  3. Ali Sastroamidjojo, 1957-1960
  4. Soekardjo Wirjopranoto, 1960-1962
  5. Lambertus Nicodemus Palar,1962-1965
  6. Dr. H. Roeslan Abdulgani, 1967-1971
  7. Yoga Soegomo, 1971-1974
  8. Ch. Anwar Sani, 1974-1979
  9. Abdullah Kamil,1979-1982
  10. Ali Alatas, 1982-1988
  11. Nana Sutresna, 1988-1992
  12. Noegroho Wisnumurti, 1992-1997
  13. Makarim Wibisono, 1997-2001
  14. Makmur Widodo, 2001-2004
  15. Rezlan Ishar Jenie, 2004-2007
  16. R.Thousand. Marty M. Natalegawa, 2007-2009
  17. Hassan Kleib, 2010-2012
  18. Desra Percaya, 2012-Sekarang

Artikel ini telah tayang di kemlu.get.id dengan judul “Perserikatan Bangsa-Bangsa”.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Respon Pbb Terhadap Kemerdekaan Indonesia Di Antaranya Adalah

Source: https://belajardenganbaik.com/respon-pbb-terhadap-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-diantaranya-adalah

Check Also

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI TEKS PROSEDUR MATA …