Rangkaian Listrik Yang Disusun Secara Berderet Disebut

Rangkaian Listrik Yang Disusun Secara Berderet Disebut

Paragraf 3: Apa perbedaan rangkaian listrik seri dan paralel? Perbedaan listrik rangkain seri dan paralel adalah rangkaian seri disusun dengan cara bersambung atau sejajar dan rangkaian paralel disusun berderet.

Mengapa rangkaian paralel menggunakan lebih banyak?

Komponen yang tersusun seri akan terhubung melalui satu jalur, sehingga aliran arus listrik akan mengalir ke semua komponen. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak).

Apa itu rangkaian paralel?

Apa itu Rangkaian Paralel? Suatu rangkaian dikatakan paralel ketika arus listrik memiliki banyak jalur untuk mengalir. Komponen yang merupakan bagian dari rangkaian paralel akan memiliki tegangan konstan di semua ujungnya.

Siapa rangkaian paralel?

Inilah yang disebut rangkaian seri atau segaris. Lalu rangkaian paralel, adalah rangkaian bercabang. Kalau pada seri, concluding antar beban itu disambungkan satu sama lain, kalau pada paralel terminal itu dikumpulkan pada dua buah kawat dan kawat itu dihubungkan ke sumber listrik. Advertisement.

Apakah rangkaian paralel memiliki banyak jalur untuk mengalir?

Suatu rangkaian dikatakan paralel ketika arus listrik memiliki banyak jalur untuk mengalir. Komponen yang merupakan bagian dari rangkaian paralel akan memiliki tegangan konstan di semua ujungnya. Perbedaan rangkaian seri dan paralel yang utama adalah besarnya arus yang mengalir melalui masing-masing komponen dalam rangkaian.

Di sisi lain, dalam rangkaian paralel, komponen-komponen harus ditempatkan secara paralel?

Di sisi lain, dalam rangkaian paralel, komponen-komponen ditempatkan secara paralel satu sama lain yang karenanya rangkaian tersebut membagi aliran arus. Arus yang mengalir dari sumber akan terbagi menjadi arus yang mengalir melalui masing-masing komponen tersebut.

Tags (tagged): rangkaian seri paralel, unkris, rangkaian, seri, paralel, seri paralel, secara sejajar seri, baterai dalam, senter, umumnya disusun, listrik, mana semua, input, komponen berasal dari, sumber, susunan, memiliki kelebihan tertentu, kadang, disebut sebagai rangkaian, campuran, center, of, studies jumlah dari, kebalikan hambatan, tiap, tiap komponen resistor, rangkaian seri


Page 2


Page 3


Page iv


Page 5

Tags (tagged): rangkui, pangkal pinang, pangkal, pinang, unkris, sebuah kecamatan, kota pangkal, kepulauan, kepulauan bangka, belitung kecamatan, bukit, intan, kecamatan kepulauan, bangka belitung, kecamatan, kategori tersembunyi semua, kecamatan indonesia, semua, center of studies, indonesia rintisan, mei 2013 edunitas


Page 6

Tags (tagged): rangkui, pangkal pinang, pangkal, pinang, unkris, sebuah kecamatan, kota pangkal, kepulauan, kepulauan bangka, belitung kecamatan, bukit, intan, kecamatan kepulauan, bangka belitung, kecamatan, kategori tersembunyi semua, kecamatan indonesia, semua, pusat ilmu pengetahuan, indonesia rintisan, mei 2013 edunitas


Page vii


Page 8


Page 9


Page x

Tags (tagged): rangkaian seri paralel, unkris, rangkaian, seri, paralel, seri paralel, secara sejajar seri, baterai dalam, senter, umumnya disusun, listrik, mana semua, input, komponen berasal dari, sumber, susunan, memiliki kelebihan tertentu, kadang, disebut sebagai rangkaian, campuran, pusat, ilmu, pengetahuan jumlah dari, kebalikan hambatan, tiap, tiap komponen resistor, rangkaian seri


Page 11

Tags (tagged): rangkaian seri paralel, unkris, rangkaian, seri, paralel, seri paralel, secara sejajar seri, baterai dalam, senter, umumnya disusun, listrik, mana semua, input, komponen berasal dari, sumber, susunan, memiliki kelebihan tertentu, kadang, disebut sebagai rangkaian, campuran, pusat, ilmu, pengetahuan jumlah dari, kebalikan hambatan, tiap, tiap komponen resistor, rangkaian seri


Folio 12

Tags (tagged): rangkaian seri paralel, unkris, rangkaian, seri, paralel, seri paralel, secara sejajar seri, baterai dalam, senter, umumnya disusun, listrik, mana semua, input, komponen berasal dari, sumber, susunan, memiliki kelebihan tertentu, kadang, disebut sebagai rangkaian, campuran, eye, of, studies jumlah dari, kebalikan hambatan, tiap, tiap komponen resistor, rangkaian seri

Rangkaian listrik adalah susunan alat-alat listrik yang dihubungkan dengan sumber listrik sehingga menghasilkan arus listrik, terdiri dari rangkaian seri dan paralel.

Apa kabar adik-adik? Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat. Materi
fisika
kita kali ini akan membahas tentang rangkaian listrik.

Seharusnya, materi ini bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kita, sebab setiap hari kita berhubungan dengan rangkaian listrik.

Misalnya, lampu yang kita gunakan sebagai penerangan mendapatkan arus melalui rangkaian listrik. Bahkan, komputer/laptop atau smartphone yang kalian gunakan untuk membaca materi ini terdiri dari rangkaian listrik.

Lantas, apa sih sebenarnya hakikat rangkaian listrik itu? Nah, materi ini akan menjelaskan secara lengkap hal-hal yang berkaitan dengan rangkaian listrik, meliputi pengertian, jenis, rumus, dan contoh soal tentang rangkaian listrik.

Baiklah, kita mulai saja pembahasannya…

Apa yang dimaksud dengan rangkaian listrik? Dalam ilmu kelistrikan, rangkaian listrik adalah susunan alat-alat listrik yang dihubungkan dengan sumber listrik sehingga menghasilkan arus listrik.

Baca :   Berikut Ini Merupakan Ciri Tumbuhan Lumut Kecuali

Berdasarkan definisi di atas, kita bisa menyebutkan bahwa bagian-bagian utama suatu rangkaian listrik terdiri dari alat/komponen listrik, penghubung, dan sumber listrik.

Alat atau komponen listrik adalah peralatan yang bekerja menggunakan listrik. Ada banyak contoh peralatan listrik, seperti lampu, Telly, bel sekolah, dan lain-lain.

Sedangkan, penghubung adalah media yang menghubungkan alat listrik dan sumber listrik, disebut
konduktor, pembungkusnya disebut
isolator.

Sementara, sumber listrik adalah alat pembangkit arus listrik dengan membuat beda potensial listrik antara dua buah titik.

Arus pada rangkaian listrik merupakan aliran elektron yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif.

Cara alat listrik terhubung dengan sumber listrik dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu melalui cara seri, cara paralel, dan gabungan seri-paralel. Selanjutnya ketiga cara ini lazim disebut dengan rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran.

Apa yang dimaksud dengan rangkaian listrik seri? Rangkaian seri adalah rangkaian alat/komponen listrik yang disusun secara berurut, disebut juga rangkaian berderet.

Rangkaian seri tidak memiliki percabangan. Dengan kata lain, rangkaian seri adalah rangkaian yang arus listriknya mengalir hanya pada satu jalur.

Rangkaian seri terbentuk jika arus listrik dihubungkan secara berurut atau berderet. Kutub negatif komponen pertama dengan kutub positif komponen kedua, kutub negatif komponen kedua dengan kutub positif komponen ketiga, kemudian diteruskan ke kutub positif komponen pertama.

Berikut ini adalah contoh bentuk rangkaian seri sederhana yang menghubungkan tiga buah lampu dan satu sumber tegangan (baterai):

Pada rangkaian seri, kuat arus listrik yang mengalir melalui beberapa hambatan listrik adalah sama besar. Jumlah kuat arus pada rangkaian seri tidak dipengaruhi oleh nilai hambatan. Jika terdapat beberapa hambatan berbeda yang dilalui, dalam hambatan mengalir arus yang besarnya sama.

Namun, berbeda dengan arus, tegangan di antara kaki-kaki hambatan yang disusun secara seri memiliki nilai yang berbeda-beda, bergantung pada nilai hambatan tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, maka ciri-ciri khusus rangkaian seri antara lain sebagai berikut:

  1. Komponennya disusun secara berurutan atau berderet
  2. Arus listrik mengalir tanpa melalui cabang
  3. Arus listrik yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian besarnya sama
  4. Tegangan listrik disetiap hambatan nilainya berbeda-beda

Rangkaian seri memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain sebagai berikut:

Dari sisi penerapan, rangkaian seri memiliki kelebihan atau keutungan, yaitu:

  1. Kuat arus listrik yang mengalir pada tiap bagian besarnya sama.
  2. Cara pembuatannya mudah karena bentuknya sederhana.
  3. Rangkaian seri tidak membutuhkan terlalu banyak komponen karena pemasangannya secara sejajar.
  4. Rangkaian seri membutuhkan kabel yang lebih sedikit sehingga lebih murah.

Oleh karena itu, rangkaian seri pada lampu tepat digunakan pada ruangan atau area yang yang berukuran besar seperti misalnya gedung perkantoran, gedung sekolah atau kampus, hotel dan juga bangunan besar lainnya karena penerapannya yang sangat murah dan praktis.

2.2. Kekurangan/Kerugian Rangkaian Seri

Namun, disamping memiliki kelebihan, rangkaian seri juga memiliki beberapa kekurangan atau kerugian, yaitu:

  1. Rangkaian seri jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak maka arus listrik akan terputus.
  2. Rangkaian seri memerlukan daya listrik lebih banyak sehingga boros listrik, akibatnya baterai cepat habis.
  3. Rangkaian seri yang digunakan pada lampu akan menghasilkan nyala lampu yang agak redup dan tidak stabil, semakin banyak lampu makin redup.

Rumus yang berlaku pada rangkaian seri adalah rumus hukum Ohm dan rumus hambatan pengganti (Rs).

Rumus hambatan pengganti sendiri merupakan hasil penurunan rumus hukum Ohm berdasarkan analisis rangkaian seri.

Pada rangkaian seri, nilai kuat arus di titik a dan b (Iab) sama dengan yang mengalir di setiap hambatan:

Iab = I1 = I2 = I3….(1)

Berbeda dengan arus, tegangan dari titik a sampai b (Vab) merupakan hasil penjumlahan dari tegangan pada masing-masing hambatan.

Dengan kata lain, tegangan di antara kaki-kaki hambatan (R) yang disusun seri memiliki nilai yang berbeda-beda:

Vab = V1 + V2 + V3…(2)

Berdasarkan Hukum Ohm (V = I
.
R), berlaku:

V1 = I
.
R1, V2 = I
.
R2, V3 = I
.
R3…(three)

Sehingga, persamaan (two) menjadi:

I
.
Rs = I
.
R1 + I
.
R2 + I
.
R3

= I (R1 + R2 + R3)

Rs = R1 + R2 + R3…..(4, Rumus Hambatan Pengganti)

Persamaan (4) di atas menjelaskan bahwa hambatan yang dirangkai secara seri dapat digantikan dengan hambatan pengganti (Rs). Selain itu, hambatan  pengganti (Rs) selalu lebih besar dari hambatan yang diganti.

Artinya, resistor (hambatan) yang dipasang secara seri maka nilai hambatannya (resistansi totalnya) semakin besar.

Rangkaian seri di dalam alat elektronik berfungsi sebagai pembagi tegangan. Secara matematis berlaku persamaan:

V1 : V2 : V3 = R1 : R2 : R3

Apa yang dimaksud dengan rangkaian paralel? Dalam ilmu kelistrikan, rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun/dihubungkan secara berjajar atau bercabang.

Rangkaian paralel terbentuk terbentuk bila semua masukan komponen berasal dari sumber yang sama.

Baca :   Sebutkan Beberapa Ahli Ilmu Hadis Pada Masa Daulah Umayyah

Konfigurasi ini membuat rangkaian paralel memiliki lebih dari satu jalur arus atau membentuk percabangan di antara kutub-kutub sumber arus listrik.

Setiap bagian dari percabangan itu disebut rangkaian percabangan. Arus listrik akan terbagi-bagi begitu memasuki titik percabangan.

Setelah keluar melalui kutub negatif sumber arus listrik dan melalui rangkaian percabangan, arus listrik akan menyatu kembali sebelum menuju kutub positif sumber arus listrik kembali.

Itulah sebabnya mengapa sehingga rangkaian paralel disebut sebagai rangkaian listrik yang berfungsi untuk membagi arus.

Ciri-ciri khusus rangkaian paralel, antara lain sebagai berikut:

  1. Memiliki percabangan
  2. Hambatan total lebih kecil
  3. Tegangan listrik pada setiap komponen sama besar
  4. Arus listrik yang mengalir pada setiap komponen besarnya tidak sama

Rangkaian paralel memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain sebagai berikut:

  • Hambatan kecil sehingga nyala lampu lebih terang.
  • Masing-masing komponen dapat bekerja secara bebas tanpa dipengaruhi komponen lain.
  • Rangkaian paralel bila salah satu lampu atau alat listrik dilepas/rusak/padam, maka lampu/alat listrik yang lain tidak ikut mati atau tetap menyala/berfungsi.
  • Biaya lebih mahal karena memerlukan banyak kabel
  • Kurang efisien dalam menghantarkan arus listrik
  • Rangkaian lebih rumit karena terdiri dari banyak percabangan

Rumus-rumus yang berlaku dalam rangkaian paralel adalah rumus hukum Ohm, hukum Kirchoff, dan rumus hambatan pengganti (total).

Rumus hukum Ohm adalah:

5 = I . R…..(i)

Sementara itu, hukum Kirchoff adalah hukum yang mengatur tentang percabangan pada rangkaian listrik.

Rumus hambatan pengganti (RP) bisa didapatkan dari penurunan rumus hukum Ohm berdasarkan analisis rangkaian paralel.

Pada rangkaian paralel di atas, tegangan (5) pada setiap hambatan sama besar, walaupun nilai hambatannya (R) berbeda-beda. Secara matematis, dituliskan:

Vab = V1 = V2 = V3 …..(2)

Menurut Hukum I Kirchoff, kuat arus listrik yang melalui R1, R2, dan R3 adalah I1, I2, dan I3. Adapun kuat arus (I) antara titik a dan b adalah IP.

Pada rangkaian berlaku:

IP = I1 + I2 + I3…..(three)

Oleh karena I1 = Vab/R1, I2 = Vab/R2, I3 = Vab/R3, dan IP = Vab/RP, maka:

Vab/RP = Vab/R1 + Vab/R2 + Vab/R3….(4)

1/RP = 1/R1 + 1/R2 + i/R3….(5, Rumus Hambatan Pengganti Rangkaian Paralel)

Dari rumus (5) dapat disimpulkan bahwa hambatan pengganti susunan paralel (RP) selalu lebih kecil daripada hambatan paling kecil yang terpasang pada rangkaian.

Khusus untuk dua hambatan R1 dan R2 yang disusun secara paralel, hambatan paralel penggantinya bisa dinyatakan dengan rumus:

RP = R1R2/R1 + R2…..(half dozen)

Hambatan yang disusun secara paralel berfungsi sebagai pembagi arus dengan nilai perbandingan kuat arus pada rangkaian di setiap cabang adalah:

R1 : R2 : R3 = 1/I1 : 1/I2 : 1/I3…..(7)

Rangkaian listrik terbuka adalah rangkaian yang memiliki ujung pangkal. Rangkaian ini terjadi jika salah satu ujung kabel dilepas dari kutub baterai.

Dikatakan rangkaian terbuka, jika kutub positif dan kutub negatif tidak berhubungan sehingga tidak ada aliran listrik.

Pada rangkaian seperti ini tidak terdapat arus listrik, sehingga mengakibatkan alat listrik yang terpasang pada rangkaian tidak berfungsi/padam. 

Rangkaian Listrik Tertutup

Rangkaian listrik tertutup adalah rangkaian yang tidak memiliki ujung dan pangkal. Dikatakan rangkaian tertutup, jika kutub positif dan kutub negatif berhubungan sehingga muncul aliran listrik.

 

Kemudian, arus listrik mengalir di dalam baterai dari kutub negatif menuju kutub positif. Hal ini menunjukkan bahwa di luar sumber tegangan, arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.

Sebaliknya, di dalam sumber tegangan, arus listrik mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Pada rangkaian tertutup lampu akan dapat menyala.

Kesimpulannya, arus listrik hanya dapat mengalir pada rangkaian listrik tertutup.

Berikut ini beberapa contoh soal tentang rangkaian listrik:

Diketahui:

  • R1 = iv Ohm
  • R2 = 6 Ohm
  • R3 = three Ohm

Ditanyakan:

Penyelesaian:

Rs = R1 + R2 + R3

Rs = iv + 6 +3

Rs = 13 Ohm

Jadi, besar hambatan pengganti (Rs) rangkaian di atas adalah thirteen Ohm.

2. Tiga buah hambatan disusun secara seri masing masing nilainya 4 Ohm, 3 Ohm dan 5 Ohm. Hambatan ini kemudian dipasang pada tegangan 120 Volt. Besarnya tegangan pada hambatan 3 Ohm adalah?

Jawaban:

Diketahui:

  • R1 = 4 Ohm
  • R2 = 3 Ohm
  • R3 = 5 Ohm
  • V = 120 Volt

Ditanyakan:
Penyelesaian:

Rs = R1 + R2 + R3

Rs = 4 + 3 + v

Rs = 12 Ohm

V = I . Rs

I = Five/Rs

I = 120/12

I = 10 A

V2 = I . R2

V2 = 10 . 3

V2 = xxx Volt

Jadi, besar tegangan pada hambatan 3 Ohm (R2) adalah 30 Volt

iii. Diketahui tiga resistor yg dirangkai seri dengan hambatan sebesar R1 = 100 Ohm, R2 = 200 Ohm, R3 = 300 Ohm. Ujung-ujung rangkaian itu dihubungkan pada sumber tegangannya 120 Volt. Tentukan:

(a) beda potensial ujung-ujung R1

(b) beda potensial ujung-ujung R2

Baca :   Soal Uts Kelas 4 Semester 1 Tema 2

Diketahui:

  • R1 = 100 Ohm
  • R2 = 200 Ohm
  • R3 = 300 Ohm
  • V = 120 Volt

Ditanyakan:

a. V1

b. V2

Penyelesaian:

Rs = R1 + R2 + R3

Rs = 100 + 200 + 300

Rs = 600 Ohm

Five = I . Rs

I = V/Rs

I = 120/600

I = 0,ii A

a. V1

V1 = I . R1

V1 = 0,2 . 100

V1 = xx Volt

b. V2

V2 = I . R2

V2 = 0,two . 200

V2 = 40 Volt

Jadi, beda potensial ujung-ujung R1 dan R2 adalah 20 Volt dan 40 Volt.

four. Mengapa rangkaian paralel disebut rangkaian bercabang?

Jawab:

Karena terdapat percabangan jalur (kabel) arus listrik untuk mengaliri setiap komponen yang disusun secara berjajar.

5. Apa yang terjadi jika salah satu cabang atau komponen listrik dalam rangkaian listrik paralel rusak?

Jawab:

Cabang atau komponen lain tetap berfungsi karena masing-masing komponen bekerja secara bebas atau tidak bergantung dengan komponen lainnya.

Jawab:

Arus listrik yang mengalir pada rangkaian paralel akan terbagi dan besarnya dipengaruhi oleh komponen yang terpasang di setiap cabang.

Jawab:

Energi listrik pada rangkaian paralel lebih hemat dan efektif karena hambatan full seluruh rangkaian lebih kecil.

Jawab:

Contohnya lampu pada instalasi rumah tangga dan lampu lalu lintas.

Jawab:

  • Lampu hias (rangkaian seri)
  • Senter (rangkaian seri)
  • Lampu rumah (rangkaian paralel)

A. Seri

B. Paralel

C. Campuran

D. Ganda

Jawab:

B. Paralel

Jawab:

Pada rangkaian paralel, tegangan listrik yang mengalir di setiap komponen besarnya sama (sama besar dengan tegangan sumber).

Jawab:

Sama besar

Jawab:

Agar lampu bisa di atur untuk menyala secara bergantian, yaitu merah, kuning, dan hijau karena masing-masing lampu memiliki jalur arus yang berbeda.

fourteen. Dua buah resistor masing-masing besarnya 6 Ohm dan 12 Ohm disusun paralel dan dihubungkan dengan sumber tegangan 12 volt. Hitunglah:

Jawab:

Diketahui:

  • R1 = half dozen Ohm
  • R2 = 12 Ohm
  • V = 12 Volt

Ditanyakan:

a. RP
b. IP
c. V1 dan V2
d. I1 dan I2

Penyelesaian:

a. RP

RP = R1R2/R1 + R2

= 6
.
12/6 + 12

     = four Ohm

Jadi, hambatan total penggantinya (RP) adalah four Ohm.

b. IP

IP = Five/RP

= 12/four

    = three A

Jadi, kuat arus yang keluar dari sumber tegangan adalah 3 A

c. V1 dan V2

Karena kedua resistor dirangkai secara paralel, maka tegangan pada masing-masing resistor (V1 dan V2) sama besar dengan tegangan sumber, yaitu 12 Volt.

d. I1 dan I2

I1 = Five/R1

= 12/6

    = 2 A

I2 = V/R2

= 12/12

    = 1 A

Jadi, kuat arus pada masing-masing resistor (I1 dan I2) adalah 2 A dan 1 A.

Jawab:

Diketahui:

  • R1 = 15 Ohm
  • R2 = x Ohm
  • R3 = vi Ohm
  • R4 = v Ohm

Ditanyakan:

  • Perbandingan kuat arus (I) tiap hambatan (I1 : I2 : I3 : I4)

Penyelesaian:

I1 : I2 : I3 : I4 = V/R1 : Five/R2 : V/R3 : Five/R3

= V/15 : V/10 : V/six : 5/v



= 1/15 : ane/10 : 1/6 : i/five




= 2/30 : 3/30 : five/30 : 6/30

I1 : I2 : I3 : I4 = 2 : 3 : 5 : 6

Jadi, perbandingan kuat arus tiap hambatan adalah


2 : three : 5 : 6.


16. Pada sebuah rangkaian listrik kabel berfungsi sebagai konduktor konduktor adalah?


Jawab:


Konduktor adalah bahan atau benda yang dapat menghantarkan panas/listrik dengan baik, contohnya besi, baja, tembaga, emas, dan perak.


Jawab:


Rangkaian listrik paralel, supaya jika salah satu peralatan listrik mati, alat yang lain tetap berfungsi.


Jawab:


Perbedaan rangkaian listrik seri dan paralel, antara lain sebagai berikut:


  • Rangkaian seri disusun berurutan, sedangkan rangkaian paralel disusun sejajar.

  • Arus listrik rangkaian seri besarnya sama, sedangkan arus listrik rangkaian paralel besarnya tidak sama.

  • Tegangan rangkaian seri besarnya tidak sama, sedangkan tegangan rangkaian paralel besarnya sama.

  • Hambatan total rangkaian seri besar, sedangkan hambatan total rangkaian paralel kecil.

  • Rangkaian seri tidak memiliki cabang, sedangkan rangkaian paralel memiliki cabang.


Jawab:


Rangkaian paralel, agar lampu bisa menyala secara bergantian.


Jawab:


Peran lampu pada rangkaian listrik sederhana adalah sebagai alat listrik yang akan dialiri arus dan tegangan. Lampu juga berfungsi sebagai penerangan.


Jawab:


Fungsi kabel pada rangkaian listrik adalah sebagai penghubung antara alat listrik dan sumber arus listrik. Kabel terbuat dari konduktor yang dibungkus dengan isolator.


Jawab:


Fungsi saklar dalam rangkaian listrik adalah sebagai pemutus dan penyambung arus listrik.


Jadi, rangkaian listrik adalah



susunan alat-alat listrik yang dihubungkan dengan sumber listrik sehingga menghasilkan arus listrik, terdiri dari rangkaian seri dan paralel.


Gimana adik-adik, udah paham kan materi
rangkaian listrik
di atas? Jangan lupa lagi yah.


Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.


Referensi:


  • https://www.fisika.co.id/2020/09/rangkaian-paralel.html


  • https://www.fisika.co.id/2020/09/rangkaian-seri.html



Rangkaian Listrik: Pengertian, Jenis, Rumus, Contoh Soal

2020-09-29T19:00:00-07:00 Rating:
iv.5
Diposkan Oleh:

Afdan Fisika

Rangkaian Listrik Yang Disusun Secara Berderet Disebut

Source: https://lovelyristin.com/rangkaian-yang-disusun-secara-berderet-dan-ujungnya-terhubung-satu-sama-lain-disebut

Check Also

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI TEKS PROSEDUR MATA …