Membayar Cicilan Utang Luar Negeri Termasuk

Membayar Cicilan Utang Luar Negeri Termasuk

Gedung Frans Seda. Jl. DocWahidin Raya No.1 Jakarta 10710


Perlunya Berutang

Menjaga Momentum dan Menghindari Opportunity Loss

Adanya kebutuhan belanja yang tidak bisa ditunda, misalnya penyediaan fasilitas kesehatan dan ketahahan pangan. Penundaan pembiayaan justru akan mengakibatkan biaya/kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

Kesempatan pembiayaan pembangunan saat ini dioptimalkan untuk menutup gap penyediaan infrastruktur dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang masih relative tertinggal dibanding negara lain.

Peningkatan IPM dapat dipenuhi antara lain melalui peningkatan sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Perlunya Berutang

Memberikan Legecy (Warisan) Aset yang Baik untuk Generasi Selanjutnya

Legacy yang baik muncul ketika utang digunakan untuk membiayai hal-hal yang produktif dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang, misalnya belanja infrastruktur dan pendidikan.

Pembiayaan kebutuhan belanja melalui utang merupakan investasi yang dapat memenuhi keadilan antar generasi karena mewariskan aset bagi generasi mendatang (Golden dominion).

Perlunya Berutang

Menjaga dan Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Dengan kebijakan berutang, ekonomi Indonesia mampu tumbuh pada level saat ini. Studi Badan Kebijakan Fiskal menyebutkan bahwa jika rasio utang terhadap PDB ditahan pada level 23%, maka rata-rata pertumbuhan ekonomi 2013-2016 akan berada di bawah 5%.

Mempertahankan rasio utang terhadap PDB pada level 23% berarti menghilangkan kesempatan penciptaan lapangan kerja 150-200 ribu orang dalam kurun waktu 2013-2016.

Perlunya Berutang

Mengembangkan Pasar Keuangan

Instrumen utang Pemerintah yang diperdagangkan di pasar keuangan digunakan sebagai acuan (criterion) bagi industri keuangan.

Penerbitan instrumen utang Pemerintah merupakan alternatif investasi yang ditawarkan kepada masyarakat.

Kegiatan operasi moneter oleh Banking company Republic of indonesia juga turut didukung melalui penerbitan instrumen utang Pemerintah.

Pembiayaan APBN

Utang negara untuk pembiayaan
Defisit APBN

adalah konsekuensi dari Belanja Negara yang lebih besar dari Pendapatan Negara.

Pembiayaan APBN

Utang merupakan Konsekuensi Belanja Negara yang Ekspansif

Kebijakan belanja yang ekspansif dilakukan dengan memprioritaskan belanja produktif pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Besarnya belanja Pemerintah ini untuk memberikan stimulus bagi perekonomian, dan masih belum dapat terpenuhi seluruhnya dari penerimaan negara (Perpajakan, Bea Cukai, PNBP, dan Hibah). Konsekuensi dari selisih kurang antara pendapatan dan belanja negara adalah defisit APBN.

Pendapatan negara terdiri dari Perpajakan, Bea Cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan Hibah. Belanja negara terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah & Dana Desa. Wujud fiskal ekspansif diantaranya melalui percepatan proyek infrastruktur melalui peningkatan belanja K/L, peningkatan dana transfer ke daerah dan dana desa, serta investasi Pemerintah (PMN dan LMAN)

Pemanfaatan

Pembiayaan Melalui Utang

Utang Pemerintah digunakan untuk pembiayaan secara umum (general financing) dan untuk membiayai kegiatan/proyek tertentu.

Untuk pembiayaan umum, utang digunakan antara lain untuk membiayai Belanja produktif dan Penyertaan Modal Negara (PMN). Pemberian PMN memberi ruang gerak yang lebih besar bagi BUMN untuk melakukan leverage jika dibandingkan dengan belanja negara.

Pemanfaatan utang negara yang produktif serta sumber pembiayaan yang efisien dan berisiko rendah akan meringankan beban generasi mendatang

Pemanfaatan

Proyek yang dibiayai Pinjaman

Pemanfaatan

Proyek yang Dibiayai SBSN

Pembangunan dan pengembangan

Image o1

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi

Jalan

Rekonstruksi Jalan Panton Labu – Peureulak, Aceh

Wing Over Amplas, Medan

Fly Over Keramasan, Palembang

Baca :   Urutan Langkah Petunjuk Dalam Teks Prosedur Harus

Lorem ipsum dolor sit down amet, consectetur adipisicing elit, sed practice eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim advertisement minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi

-->

Fly Over Simpang Surabaya, Banda Aceh

Fly Over Simpang Surabaya, Banda Aceh

Fly Over Simpang Tanjung Api-Api, Palembang

Jalan Batas Seluas – Batas Entikong, Kalimantan Barat

Jalan Gerung – Mataram

Jalan Tol Solo Kertosono

Jalan Tol Solo Kertosono

Pelebaran Jalan Manado Featherbed (Winangun-Maumbi)

Pembangunan Jalan Dafala – Nualain, NTT

Underpass Simpang Mandai, Makassar

Image o1

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed exercise eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi

Jembatan

Jembatan Banyumulek, Lombok

Jembatan Banyumulek, Lombok

Jembatan Krueng Cut, Banda Aceh

Jembatan Manggar, Balikpapan

Jembatan Musi IV, Palembang

Baca :   Saat Mendeklamasikan Puisi Kita Perlu Memperhatikan Mimik Mimik Adalah
-->

Jembatan Musi IV, Palembang

Jembatan Petuk, Kupang

Jembatan Pulau Balang, Balikpapan

Jembatan Sembayat Gresik

Jembatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin

Jenis Utang

Jenis Utang dalam Diagram

Utang negara terbagi menjadi Pinjaman dan Surat Berharga Negara

Jenis Utang

Pinjaman

Pinjaman adalah pembiayaan melalui utang yang diperoleh Pemerintah dari Pemberi Pinjaman Dalam Negeri atau Luar Negeri yang diikat oleh suatu perjanjian pinjaman dan tidak berbentuk surat berharga negara, yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu.

Pinjaman Dalam Negeri

Pinjaman Dalam Negeri (PDN) merupakan jenis pinjaman yang dilakukan oleh Pemerintah yang diperoleh dari Lender Dalam Negeri, dalam hal ini yaitu BUMN atau Pemerintah Daerah (Pemda), yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu, sesuai dengan masa berlakunya.

Pemanfaatan Pinjaman Dalam Negeri:

  • Sebagai alternatif sumber pembiayaan untuk menutup gap
  • Pembiayaan jangka pendek dalam rangka pemenuhan defisit APBN
  • Mendukung pemberdayaan produksi industri strategis dalam negeri
  • Mendukung pembangunan infrastruktur

Pinjaman Luar Negeri

Penjaman Luar Negeri merupakan setiap pembiayaan melalui utang yang diperoleh Pemerintah dari Lender Luar Negeri yang diikat oleh suatu perjanjian dan tidak berbentuk Surat Berharga Negara, yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu. Sumber Pinjaman Luar Negeri dapat berasal dari bilateral, multirateral dan Kreditor Swasta Asing (KSA).

Pemanfaatan Pinjaman Luar Negeri terdiri dari:

  • Pinjaman Tunai
    Pinjaman tunai dapat berupa pinjaman plan, stand by loan, pembiayaan likuiditas jangka pendek, pembiayaan kontinjensi,pembiayaan permodalan dan lain-lain, yang pencairannya bersifat tunai.
  • Pinjaman Kegiatan
    Merupakan pinjaman yang digunakan untuk membiayai kegiatan tertentu. Kegiatan ini dapat bersifat tangible (pembangunan atau pengadaan) maupun intangible (capacity building/scholarship).

Jenis Utang

Surat Utang Negara

Obligasi pemerintah atau lebih dikenal dengan Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang Rupiah mau pun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya.

Sunday Domestik

Dominicus Domestik merupakan obligasi pemerintah yang diterbitkan di pasar domestik dalam mata uang Rupiah maupun mata uang asing.


  • Stock-still Charge per unit (FR)

    Merupakan Dominicus berjenis kupon atau bunga tetap yang diterbitkan dengan manfaat untuk mengurangi risiko fluktuasi suku bunga.
  • Variabel Charge per unit (VR)
    Merupakan Sun yang berjenis kupon tidak tetap atau mengambang yang ditentukan berdasarkan suatu acuan tertentu, seperti tingkat bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), yang berfluktuasi mengikuti kondisi pasar keuangan atau ekonomi makro.


  • Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

    Merupakan Lord’s day yang berjangka waktu sampai dengan 12 bulan dengan pembayaran bunga dilakukan secara diskonto (discounted paper), yang di beberapa negara lebih dikenal dengan sebutan T-Bills atau Treasury Bills.
  • Obligasi Negara Ritel (ORI)
    Merupakan Obligasi Negara yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI) melalui Agen Penjual di pasar perdana dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable).
  • Savings Bond Ritel (SBR)
    Merupakan Obligasi Negara yang dijual kepada individu atau perseorangan WNI melalui Agen Penjual di pasar perdana domestik yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder (not-tradable).
Baca :   Sungai Terpanjang Dan Terkenal Di Thailand Adalah

Lord’s day Internasional

Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan defisit APBN, selain menerbitkan SUN di pasar domestik, Pemerintah juga menerbitkan SUN dalam valuta asing di pasar perdana internasional dan pasar perdana Jepang.

Jenis Utang

Surat Berharga Syariah Negara

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau disebut juga Sukuk Negara adalah Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing.

Sukuk didefinisikan sebagai sertifikat yang bernilai sama yang merepresentasikan bagian kepemilikan yang tak terbagi atas suatu aset berwujud, nilai manfaat aset (usufruct), dan jasa (services), atau atas kepemilikan aset dari suatu proyek atau kegiatan investasi tertentu (AAOIFI Sharia Standards Nomor 17 tentang Investment Sukuk).

Jenis Surat Berharga Syariah Negara:

SBSN Domestik

SBSN Domestik merupakan SBSN yang diterbitkan di pasar domestik dalam mata uang Rupiah.

  • Islamic Fixed Charge per unit (IFR)Merupakan seri SBSN yang diterbitkan dalam denominasi Rupiah ditujukan bagi investor institusi dengan nominal pembelian yang besar, memiliki tenor jangka menengah-panjang dan tingkat imbalan tetap (fixed).
  • Surat Perbendaharaan Negara–Syariah (SPN–S)Merupakan seri SBSN yang memiliki tenor pendek kurang dari satu tahun (enam bulan), untuk memenuhi kebutuhan arus kas/likuditas jangka pendek baik bagi pemerintah maupun bagi institusi keuangan.

  • Project Based Sukuk (PBS)Merupakan seri SBSN yang digunakan untuk membiayai pembangunan proyek yang telah dialokasikan dalam APBN, sebagai upaya mendorong percepatan pembangunan proyek infrastruktur di tanah air.
  • Sukuk Negara Ritel (SR)Merupakan seri SBSN yang yang dijual kepada investor individu Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di pasar perdana dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable).
  • Sukuk Tabungan (ST)Merupakan seri SBSN yang yang dijual kepada investor individu Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di pasar perdana dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder (non-tradable).
  • Sukuk Dana Haji Republic of indonesia (SDHI)Merupakan seri SBSN yang diterbitkan khusus dalam rangka penempatan dana haji dan dana abadi umat dalam instrumen SBSN.

SBSN Internasional

Pemerintah mengembangkan dan menerbitkan instrumen Sukuk Negara untuk pasar internasional, yaitu Sukuk Negara Indonesia (SNI) atau yang dikenal dengan Sukuk Global/Valas. SNI adalah Sukuk Negara yang diterbitkan dalam denominasi valuta asing di pasar perdana internasional, memberikan tingkat imbalan tetap (stock-still coupon), serta dapat diperdagangkan (tradable).

Pengelolaan

Utang negara mengedepankan prinsip efisiensi biaya (Cost and Risk) dan prinsip kehati-hatian.

Pengelolaan

Prinsip Pengelolaan Utang Negara dan Pemanfaatannya

Perbandingan

Rasio Utang dibanding Negara Lain

Rasio Utang terhadap PDB dibandingkan negara lain, rasio Indonesia jauh lebih rendah dan dengan tren menurun, hal itu menunjukkan debt sustainability yang terjaga.

Penurunan rasio utang Indonesia terhadap Gdp dalam sepuluh tahun terakhir juga termasuk yang cukup signifikan dibanding negara lain.

Perbandingan

Rasio Defisit dan Pertumbuhan Ekonomi

Meskipun rasio defisit terhadap PDB relatif cukup kecil, pertumbuhan ekonomi Republic of indonesia termasuk yang paling tinggi di antara beberapa negara emerging market selama 10 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya dengan utang yang relatif kecil Indonesia mampu menghasilkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Ini artinya utang yang dilakukan oleh pemerintah untuk menutup defisit digunakan untuk hal-hal yang produktif yang mendukung sektor-sektor pertumbuhan ekonomi, seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta DAK fisik dan dana desa.

Berdasarkan Undang-undang nomor 17 tahun 2003 rasio defisit terhadap PDB ditetapkan maksimum sebesar three%. Dengan adanya ketentuan ini jumlah utang senantiasa akan terjaga pada level aman, sementara Pemerintah tetap dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan.

Peringkat Kredit

Peringkat utang Indonesia telah mendapatkan peringkat investment course atau layak investasi dari lima lembaga pemeringkat internasional.

Peringkat Kredit

Peringkat Investment Grade dari lima lembaga Pemeringkat Internasional

Peringkat utang Indonesia telah mendapatkan peringkat investment grade atau layak investasi dari lima lembaga pemeringkat internasional. Ini menunjukkan menunjukan adanya kepercayaan yang tinggi dari dunia internasional kepada perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global.



Membayar Cicilan Utang Luar Negeri Termasuk

Source: https://www.djppr.kemenkeu.go.id/pahamiutang/index.php

Check Also

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI TEKS PROSEDUR MATA …