Masyarakat cenderung memilih kawasan sekitar sungai yang subur untuk mengembangkan kehidupan dan peradabannya. Itulah sebabnya, mayoritas peradaban kuno dunia berkembang di sekitar sungai-sungai besar. Tak terkecuali peradaban kuno di Asia.

Bangsa Mesir, Irak, India dan Cina Kuno mengembangkan peradabannya di kawasan sungai besar yang melintasi kawasan tersebut; Sungai Zero di Mesir, Eufrat dan Tigris di Irak, Gangga di India dan sungai Kuning di Cina. Peradaban sungai sendiri mengindikasikan corak hidup agraris.

Peradaban-peradaban yang tumbuh di Asia, misalnya di Lembah Sungai Indus dan Cina atau Tiongkok memiliki banyak kemiripan dan agaknya saling bertukar teknologi serta gagasan, misalnya matematika dan roda. Hasil budaya lain seperti tulisan juga tampaknya berkembang secara mandiri di masing-masing kawasan. Kota-kota, negara-negara, dan kelak kekaisaran-kekaisaran berkembang di lembah-lembah sungai yang subur di kawasan pesisir benua ini.

Peradaban India Kuno

Peradaban India Kuno merupakan salah satu peradaban yang berperan dalam sejarah peradaban dunia. Peradaban India Kuno berlangsung di sekitar aliran sungai Indus dan Gangga. Masyarakat Bharat Kuno sudah mengenal sistem pemerintahan, tata kota, sanitasi dan kegiatan politik ekonomi.

(Baca juga: Zaman Renaissance, Apa Itu?)

  • Dataran Tinggi Dekkan

Dataran ini berada di India bagian selatan yang daerahnya terdiri dari bukit-bukit dan gunung-gunung yang kering dan tandus. Dataran tinggi Dekkan kurang mendapatkan hujan sehingga daerahnya terdiri atas padang rumput savana yang amat luas.

  • Mohenjo-Daro dan Harappa

Mohenjo-Daro dan Harappa berada di India. Harappa berada di daerah Punjab dekat sungai ravi, sementara Mohenjo-Daro berada di daerah shindu yang kini masuk wilayah Pakistan. Kedua kota itu merupakan ibukota daerah lembah sungai Shindu. Bagian selatan kota Harappa dan Mohenjo-Daro di bagian utara.

Peradaban Cina Kuno

Peradaban Cina Kuno berlangsung sejak 2070 SM. Peradaban itu terutama terjadi di kawasan lembah sepanjang Sungai Huang Ho dan Sungai Yangtze. Sungai Huang Ho banyak mengandung lumpur membuat airnya berwarna kekuningan, sehingga dijuluki sungai Kuning. Banjir musiman dari kedua sungai meninggalkan endapan lumpur di sepanjang tepiannya. Akibatnya, lembah sepanjang kedua sungai merupakan kawasan subur, yang cocok untuk membangun dan mengembangkan peradaban.

  • Peradaban lembah Sungai Kuning (Huang Ho)

Sejarah tertua di Cina dimulai dari muara Sungai Kuning (Hwang-Ho, sekarang bernama Huang-He). Tetapi di Cina terdapat dua sungai besar, yaitu Sungai Huang Ho dan YangTze Kiang (Sekarang bernama Chang Jiang).

  • The Great Wall Of Cina

The Nifty Wall Of Cina atau biasa disebut tembok Besar Cina dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Mentum. Pada masa pemerintahan kaisar Shih Huang Ti dengan tujuan untuk menghalang-halangi gerakan-gerakan dari bangsa pengembara yang berada di sebelah utara negeri Cina.

Sejarah peradaban kuno di Asia juga akan membahas tentang perkembangan-perkembangan besar yang terjadi di berbagai kawasan lain di dunia, dan peristiwa-peristiwa besar di Asia yang turut berdampak pada kawasan-kawasan itu. Diantaranya adalah kegiatan niaga di jalur Sutra yang telah menjadi sarana penyebaran budaya, bahasa, agama, dan wabah penyakit di sepanjang jalur niaga Afrika-Eurasia.

Kemajuan besar lain adalah penemuan serbuk mesiu di Tiongkok pada Abad Pertengahan yang menjadi cikal bakal kemajuan dalam cara-cara berperang melalui penggunaan senjata api.

Please follow and like us: