Burung Puter Lumut Jantan

Burung Puter Lumut Jantan




Operasi penangkaran puter jawa / puter lumut (streptopelia_bitorquata)



B

urung terbit sebangsa merpati-merpatian ini, jika di Jogja dan sekitarnya ini disebut dederuk lumut sedangkan secara mahajana disebut puter jawa. Ciri-ciri fisiknya mirip dengan puter jawa (streptopelia risoria),
hanya warna bulu penasihat sampai ekor
berwarna abu-abu tua agak kecoklatan. Sementara itu episode dada berwarna ahmar bata atau merah keabu-abuan (tergantung habitatnya). Burung ini mempunyai kebiasaan spirit seperti titit tekukur. Hidup kerumahtanggaan kelompok boncel (2-6 ekor). Mencari makan di padang suket, sawah atau petak lapang lainnya.
Makanan utamanya berwujud biji rumput-rumputan, gabah atau jagung. Takhlik sarang di sendayang, atau celah antara dahan nan osean. Punya kritik nan nyaring. Kruk kruuuuk kruk. Kruuk kruuuuk kruk.



Senasib dengan burung-penis lain di Indonesia, burung ini banyak diburu dengan cara dijaring maupun dengan haring lain untuk dijadikan ceceh peliharaan. Kembali menjadi sasaran penembakan para pemburu. Hasilnya, populasi kalam ini semakin hari semakin sedikit. Di tunggul liar, burung ini nyaris tak pernah terdengar suaranya lagi. Karena
dianggap adv minim memiliki ponten ekonomi yang tinggi, maka setakat momen ini penulis belum menenukan baik oknum maupun lembaga yang berusaha menangkarkannya.



Penulis memelihara penis ini suatu ekor. Didapatkan sekitar musim 2000 silam di pasar Manyaran, Wonogiri
Jawa Tengah dengan kondisi yang enggak terawat dengan baik. Bilang rembulan kemudian, banyak orang yang terjerumus dengan titit tersebut. Disamping karena suaranya, juga karena sifatnya yang tidak berlebih ilegal. Mungkin karena dipelihara pecah akil balig, sehingga puter kulat ini kaya menyesuaikan diri lampau di kandang. Umumnya meskipun telah dipelihara dalam kandang patut lama, tetapi konsisten sulit dijinakkan. Kebetulan dederuk yang dimiliki penulis berjenis kelamin jantan Selain makan makanan alaminya, zakar ini ternyata kembali senang voer.

Baca :   Ciri Ciri Kolibri Ninja Jantan



Menyadari semakin menipisnya populasi burung ini, penulis ki terdorong bagi menangkarkan. Pencarian jodohpun dimulai. Dempang semua pasar burung dijelajahi, semata-mata jodoh itu belum didapatkan. Akhirrnya, daripada pulang dengan tangan hampa kembali. Pada pemburuan nan ke sekian puluhkalinya, iseng-iseng notulis membeli tekukur jawa betina dengan harga 20 mili. Sesampai rumah langsung dimasukkan ke dalam satu kandang dengan puter kulat. Karsa hati doang perumpamaan teman bagi puter lumut. Nasihat beberapa waktu, tanpa diduga kedua insan beda warna dan varietas itu berjodoh. Woww..betapa senangnya hati ini. Segera dis

i
apkan ranting-ranting mungil di dalam kandang. Dari ranting yang disiapkan, mereka mulai
unjal
lakukan membuat sarang di arena yang mutakadim dipersiapkan. Alhasil

,

dua

telorpun dihasilkan.


D
ua pekan pasangan

ini

saling berganti mengerami telornya.

Corak rambut anak-anaknya lebih memfokus ke corak si nekat, tetapi

dengan warna yang

lebih mulai dewasa. Pakan yang disediakan
,

selalu diusahakan sebagaimana nan tersedia di kalimantang. Sebagai halnya jewawut, milet, padi, dan jagung. Dengan pakan tersebut diharapkan akan memperkukuh tumbuhnya rambut. Masa ini baka yana pertama sudah mulai
manggung. Suaranya individual. Kombinasi anatara kuk geruuuk cak kenapa dari si betina dengan kuk kruuuk kuk berbunga sang jantan.
Ketika gubahan ini dibuat, tandingan burung tersebut medium mengerami sepasang telor yang ketiga. Agar tidak mengganggu induknya, anak-anaknya dipisahkan di kandang tak


Saat ini, puter lumut dari indukan yang diperoleh di Pasar Muntilan. dari piyik mutakadim berhasil komoditas dua siapa.Tapi sahaja berhasil tumbuh dewasa saban satu. kedua anaknya pun saat ini penulis jodohkan. jadi, waktu ini punya dua pasang indukan tekukur lumut. Bagi induk silangan kami hentikan.

Baca :   Mp3 Suara Burung Blackthroat



Sejumlah saat yang lalu, penulis berniat melepaskan keturunan mereka yang pertama
di alam bebas. Walaupun bukan puter lumut lugu, katib berharap paling tidak masih cak semau keturunan puter lumut yang manggung di alam netral. Detik gelintar untuk melihat lokasi nan cocok bagi pelepasan burung tersebut, penulis bersomplokan dengan sepasang pemuda masing-masing membawa senapan angin. Hati ini trenyuh melihat bilang jenis zakar telah digantung di stang penggagas


mereka

.

Terus, b
agaimana nasib butuh yang akan kulepas esok masa? Mampukah mereka bertahan di liwa bebas?
Jadinya, karsa itu urung dilaksanakan. Tidak rela rasanya mereka menjadi sasaran mulai sejak oarang-orang yang bukan peduli lingkungan tersebut.

Pak Yanto
085743337579

Burung Puter Lumut Jantan

Source: http://pakyanto12.blogspot.com/2012/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_23.html

Check Also

Pembayaran Tokopedia Dengan Akulaku

Pembayaran Tokopedia Dengan Akulaku Bayar Tokopedia dengan Akulaku – Tokopedia merupakan e-commerce yang secara tahunan …