Berlari Lari Kecil Antara Bukit Safa Dan Marwah Disebut

Berlari Lari Kecil Antara Bukit Safa Dan Marwah Disebut

Red: Agung Sasongko

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta — Bukit Shafa dan Marwah adalah dua buah bukit yang terletak dekat dengan Ka’bah (Baitullah). Bukit Shafa dan Marwah ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam dunia Islam, khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Bukit Shafa dan Marwah yang berjarak sekitar 450 meter itu, menjadi salah satu dari rukun haji dan umrah, yakni melaksanakan Sa’i.

Ibadah Sa’i adalah berjalan kaki dan berlari-lari kecil di antara kedua bukit tersebut, sebanyak tujuh kali (bolak-balik) dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Dan, ketika melintasi Bathnul Waadi, yaitu kawasan yang terletak di antara Bukit Shafa dan Marwah (saat ini ditandai dengan lampu neon berwarna hijau), para jamaah pria disunahkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan untuk jamaah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa’i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang haid atau nifas.

Jauh sebelum perintah ibadah haji dilaksanakan, Bukit Shafa dan Marwah telah menjadi saksi sejarah perjuangan seorang ibu dalam menyelamatkan anaknya dari kehausan puluhan abad silam.

Bukit Shafa dan Marwah tidak dapat dipisahkan dengan kisah istri Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS), yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail Equally. Seperti diketahui, Ibrahim Every bit memiliki dua orang istri, yakni Siti Sarah dan Siti Hajar. Namun, ketika Siti Hajar memiliki putra (Ismail), timbul kecemburuan dalam diri Siti Sarah. Dan, ia meminta kepada Ibrahim agar antara dirinya dan Siti Hajar segera dipisahkan. Siti Sarah tidak mau hidup bersama dalam satu negeri dengan Siti Hajar. Waktu itu, Nabi Ibrahim tinggal di Hebron, Palestina.

Baca :   Alat Untuk Mengukur Besar Kecilnya Gaya

Kemudian, turunlah wahyu kepada Nabi Ibrahim supaya Ia bersama-sama dengan anak dan istrinya (Ismail dan Hajar) pergi ke Makkah. Di waktu itu, Makkah belum didiami manusia, hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air. Di tempat inilah, keduanya ditinggalkan Ibrahim.

Siti Hajar merasa sedih saat ditinggalkan begitu saja di tempat yang tak ada orang itu. Ia lalu bertanya kepada Ibrahim.

“Hendak ke manakah engkau Ibrahim?”

“Sampai hatikah engkau meninggalkan kami berdua di tempat yang sunyi dan tandus ini?”

Pertanyaan itu berulang kali, tetapi Nabi Ibrahim tidak menjawab sepatah kata pun juga.

Siti Hajar bertanya lagi, “Adakah ini memang perintah dari Allah?”

Barulah Nabi Ibrahim menjawab, “ya.”

Mendengar jawaban suaminya yang ringkas itu, Siti Hajar gembira dan hatinya pun menjadi tenteram. Ia percaya hidupnya tentu terjamin walaupun di tempat yang sunyi, tidak ada manusia dan tidak ada segala kemudahan. Sedangkan waktu itu, Nabi Ismail masih menyusu.

Kecintaan Ibrahim kepada Allah dan menuruti perintah-Nya, melebihi segalanya. Ia pun memasrahkan semuanya kepada Allah dan berdoa, ”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim ayat 37).

Sewaktu Ismail dan ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum di lembah pasir dan bukit yang tandus, Siti Hajar pergi mencari air pulang pergi dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

Baca :   Kerajaan Makassar Merupakan Gabungan Dari Dua Kerajaan Yaitu

Saat kali ketujuh (terakhir), ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya di bawah telapak kaki Ismail. Air itu adalah air zam-zam.

Di lokasi ini pula, Siti Hajar mendengar suara malaikat Jibril dan berkata kepadanya, “Jangan khawatir, di sini Baitullah (rumah Allah) dan anak ini (Ismail) serta ayahnya akan mendirikan rumah itu nanti. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya.”

Sumber: Pusat Information Republika/Syahruddin el-Fikri

  • jejak islam
  • bukit shafah dan marwah

Asked by wiki @ 23/08/2021 in
Sejarah
viewed past 10788 persons

Asked by wiki @ 23/08/2021 in
Sejarah
viewed by 3873 persons

Asked by wiki @ 03/08/2021 in
Sejarah
viewed by 3744 persons

Asked past wiki @ 02/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1864 persons

Asked past wiki @ 02/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1808 persons

Asked by wiki @ 26/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1764 persons

Asked past wiki @ ten/08/2021 in
Sejarah
viewed past 1565 persons

Asked by wiki @ 08/12/2021 in
Sejarah
viewed past 1514 persons

Asked by wiki @ 31/07/2021 in
Sejarah
viewed by 1411 persons

Asked past wiki @ 09/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1293 persons

Asked past wiki @ 03/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1209 persons

Asked by wiki @ 20/08/2021 in
Sejarah
viewed past 1106 persons

Asked past wiki @ 23/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1085 persons

Asked by wiki @ 01/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1068 persons

Asked by wiki @ 02/08/2021 in
Sejarah
viewed past 1060 persons

Asked past wiki @ 23/08/2021 in
Sejarah
viewed past 10788 persons

Baca :   Gambar Organ Penyusun Sistem Pencernaan Manusia

Asked past wiki @ 23/08/2021 in
Sejarah
viewed by 3873 persons

Asked by wiki @ 03/08/2021 in
Sejarah
viewed by 3744 persons

Asked past wiki @ 02/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1864 persons

Asked by wiki @ 02/08/2021 in
Sejarah
viewed past 1808 persons

Asked by wiki @ 26/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1764 persons

Asked by wiki @ x/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1565 persons

Asked by wiki @ 08/12/2021 in
Sejarah
viewed by 1514 persons

Asked by wiki @ 31/07/2021 in
Sejarah
viewed past 1411 persons

Asked by wiki @ 09/08/2021 in
Sejarah
viewed past 1293 persons

Asked past wiki @ 03/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1209 persons

Asked past wiki @ 20/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1106 persons

Asked by wiki @ 23/08/2021 in
Sejarah
viewed past 1085 persons

Asked by wiki @ 01/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1068 persons

Asked by wiki @ 02/08/2021 in
Sejarah
viewed by 1060 persons

Ibadah
Sa’i
merupakan salah satu rukun umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) bolak-balik 7 kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Kedua bukit yang satu sama lainnya berjarak sekitar 405 meter. Ketika melintasi Bathnul Waadi yaitu kawasan yang terletak di antara bukit Shafa dan bukit Marwah (saat ini ditandai dengan lampu neon berwarna hijau) para jama’ah pria disunahkan untuk berlari-lari kecil sedangkan untuk jama’ah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa’i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang Haid atau Nifas.

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Diperoleh dari “https://id.wikipedia.org/w/alphabetize.php?title=Sa%27i&oldid=19390777”

Berlari Lari Kecil Antara Bukit Safa Dan Marwah Disebut

Source: https://berikutyang.com/berlari-lari-kecil-antara-bukit-safa-dan-marwah-disebut

Check Also

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah

Kata Yang Tepat Untuk Melengkapi Teks Tersebut Adalah SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI TEKS PROSEDUR MATA …